Kumpulan Puisi karya Wahyu Hidayat

Rabu, 05 Januari 2011

Wahyu Hidayat

(nekat)


Aku rela menikam jantungmu
mencabik cabik paru parumu
membelah dadamu
dengan pisau dapur milik embokku (ibuku)

atau bahkan
bisa saja kau kucincang
tuk ku jadikan sate dan mie ayam


bila kau berani
merampas uang 1000 rupiah yang tersisa
dari kantong celanaku!

semarang, 11 juli 10


==========================================================================
Tau ndak?
banyak laki laki bejat di negri ini sukanya
obral cinta
omong besar
dan sok gaya!


padahal tau ndak?
bahkan yang ngerasa aktivis
sering menganalisis
diskusi tak habis habis
bca feminisme suntuk sampai mata pilek
tapi tetap saja bajingan tengik!


akh anak gerakan
cumanya omong besar saat berurusan dengan perempuan
banyak gombal
trus ilmu nya kabur ntah kemana ga digunakan


akh, yang aktivis saja payah
sering kali nindas perempuan?
trus kalau yang bloon?
bisa2 mati tuh perempuan!


semarang, 2 september 10


==========================================================================
Coba lihat dirimu
dan melenggak lenggoklah didepan cermin
amati dengan seksama


yang di kaca itu
bandingkan sama pelacur yang mangkal
di jembatan werok dekat kost2an aku!


semarang, 11 juli 10


==========================================================================
Wah...... anak jalanan mbludak!
gimana ini?
pemerintahnya pada ga mikirin
UUD 45 buat pantes2an
yang punya otak encer jua pada ga jelas!
maen mesum seenaknya, di waret, kost2an, bahkan di tempat2 umum...


besok kalo bunting dan punya anak, trus dibuang,,,,
nambah kemiskinan lagi....
yang laki laki kurang ajar ga mau brtanggung jawab
halah..... ah keliatan banyak laki laki kaya gitu
cuma mau enaknya doang!


hmm... kemaren para pejabat kasusnya banyak yang mesum luh? artis dll
hahahah... kaya nya dinegri ini mesum dihalalkan.. apalagi kalau dah artis, wah.... orang2 malah dukung... heheheh


trus kalu negri ini kaya gini
mahasiswanya udah ga jelas


mau dibawa kemana yah?


maaf yang anak gerakan jangan munafik jua yah?
kalau kalian jua ikut kaya gini, maaf mulut kalian lebih baik diem saja!


semarang, 2 sept 2010


==========================================================================
Tuhan, banyak orang mengaji
Banyak orang punya gelar berjejer
banyak kiai dan pendeta
banyak jua guru guru dan mahasiswa


tapi kenapa Tuhan, negri ini ndak jua kunjung tenang dan tentram


wah, tenangnya kalu tuhan ngirimi tsunami...
bumi suasana nya jadi hening kembali


semarang 2 sept 2010


==========================================================================
Simpan pucuk senjatamu itu
yang kau mantrai dengan racun dadamu


kuncupkan kembali
biar menjadi padma di gunug gunung
terpekur dibawah rindang pohon2
dikelilingi kesunyian yang damai


mungkin, aku kan lebih senang
bila senjatamu itu menjelma merpati putih
besayap mentari
mengitari seluruh negri..


purwodadi, 17 juli 10


==========================================================================
Janganlah kau pinta revolusi
yang bericara dengan darah
dari kerongkongan yan berteriak meminta amarah


janganlah kau berdoa
untuk lepasnya nyawa
rapalkan jantungmu untuk damai
yang hinggap di halimun matamu


biarlah masa menentukan arahnya
sementara kita yang bermain dengan apa apa
akan mati dalam apa apa
yang tak ber-isikan apa apa?


purwodadi, 17juli 10


==========================================================================
Ini bukan negri bapakmu seorang!


kenapa tanah dan air kau gadaikan?
sementara kami hampir mati kelaparan!


jikalau Tuhan membuat banjir, tsunami. gempa, /bom rakitan!
mungkin itu lebih baik
daripada hidup ngontrak di negri sendiri!


kudus, 13 juli 10


==========================================================================
Hujan turun dipagi hari
membawa kabar yang ditiupkan oleh desis bayu


lalu kau masuk kedalam kamarku
mencari burung yang sedang tertidur bertengger di rindang hutanku yang tertutupi sarung


lalu datanglah pesan itu
yang terselip di kedua susumu


" kang mas, perkosalah aku... walau aku masih anakmu..."
" siap laksanakan!"

semarang, 11 juli 10


==========================================================================
Wah...
banyak kawan kawan aktivis yang kritis
bahwa rokok, alkohol, ganja dan sabu sabu tuh merusak
tapi apa nyatanya
mereka sering kali melanggarnya


akh... mereka sering bilang uang berobat itu mahal
sedang orang miskin jadi susah untuk membeli kesehatan


goblok banget sih aktivis2 sekarang!
trus kalo para aktivisnya pada sakit dan pileren
trus sapa yang mau ngurus rakyat?


subsidi yang seharusnya buat para yang miskin
malah diminta mereka mereka sendiri...


munafiklah!


semarang, 2 sept 10


==========================================================================
Hah.... kemaren puisi2 yang ku kirim ke banyak teman di FB ini banyak mendapat tanggapan. dan kali ini datang dari temen dekat ku sendiri, dan tu sangat menusuk dan kena sekali. puisi2ku hanya mampu berbicara dengan segelitir orang, puisi yang menutup ujud na dari dunia luar. puisi yang lupa akan lingkungan sekitarnya.


mungkin aku jua keterlaluan, sering kali aku menulis puisi2 suasana dan ekspresionis/surealis. tapi ku lum pernah mempbblikasikan puisi2 realis/naturalis yang benar2 urgen untuk situai saat ini. itulah bodoh na aku, kejebak pada lingkaran emosional subyektif individu. mengedepankan diri yang tak kunjung rampung ini. Meratapi keterasingan dan kesendirian yang bodoh. seharusnya aku sadar, puisiku harusnya bangkit untuk melawan ketidakadilan... haruskah puisiku harus memberhalalakan dirinya sendiri dan menjadi tuhan? aku jawab tidak! puisiku harus menajdi manusia dan menengok bumi,,,, menengok manusia manusia lainnya. karena puisi2ku terlalu lama tak menginjak bumi.


ada banyak puisi realis /naturalis yang memang jarang sekali aku coba untuk publikasikan : mungkin disini aku bisa mencoba untuk menuliskannya.


hahahhaha
wahai perempuan
dengarkan sabda pisau


bila ada laki laki masuk kamarmu
dan matanya melototi payudaramu
maka jangan sungkan sungkan untuk membenturkan
batu pada penisnya yang kurang ajar itu!


setelah remuk
potong2lah jadi kecil kecil
dan rebuslah buat makanan kucing atau anjing

dan tertawalah


semarang, 31 agustus 10


==========================================================================
Bila kau tahu setan yang lebih menakutkan
daripada demit
berparas babi atau anjing
maka kau akan dengan cepat menyimpulkan dan mengenalinya


setan itu adalah
laki laki!


semarang, 31 agustus 10


==========================================================================
Bila ada lelaki bejat sedang menggodamu
ambil pisau dapur yang kau simpan
didalam tasmu


buka celananya
lalu potong penisnya


dijamin
laki laki itu tak mau lagi menggodamu
atau hanya sekedar cengat cengir


semarang, 11 juli 10


==========================================================================
Karena cinta
banyak orang jadi nekat


ada yang kalap mencincang pacarnya
ada yang berpikir lebih baik mbuntingin pacarnya bila ditolak ortunya
ada jua yang memilih berdua lari sampai ke pulau papua?
dan ada jua yang pergi kewarung buat beli racun tikus, jadi penggemarnya ROMEO DAN JULIET
ada yang malah dengan tegas : ngetot dulu , nikah keri! ckckck
bahkan sering si perempuan rela diperkosa asalkan semua demi cinta! wakakakaka


lain lagi kasus tetangga aku


karena kangen ma istrinya di arab saudi, kilahnya
eh... maen kuda kuda dah sama rumah sebelahnya!


semarang 11 juli 10


==========================================================================
Ini makam pahlawan
jagan kencing sembarangan
atau malah
main mesum secara rombongan


tolong hormati sedikit ini makam
karena banyak yang tertidur dan layak:
untuk dihormati
bagi merasa miskin
sekedar jadi guyonan
bila ngakunya bangsawan!


semarang, 26 juli 10


==========================================================================
(taman makam pahlawan, giri tunggal)
pahlawan
kalau mati cepat dilupakan
akh... tinggal fotonya yang gagah menunggu keriput
nemplok di tembok yang catnya tak beraturan


koruptor...
belum mati saja sering masuk TV!
setelah dikubur
malaikat ngantri minta tanda tangan? hmm


semarang 26 juli 10


==========================================================================
Pak dosen
kenapa bapak ndak ngamen
atau jadi pengemis saja?


kan lebih baik..
saban hari dapat 40 sampai 50rb,
bakan ada yang ratusan lo pak!
apa ga asyik tuh?


daripada bapak jadi dosen sampai botak?!
iya ndak?
gaji dikit
mahasiswa rewel
kalau dulu sih enak
: masih banyak mahasiswa diem nurut


apalagi kalau nunggu
anak2 yang lagi pada nunggak!?
wah repot jua kantong bapak
tapi sekarang kan udah enak...


SKS dah mahal,dan bapak kadang hadir paling cuma 1 2 hari
dapat banyak uang lagi!
hahahaha
tentunya ga usah jadi pengamen pak yah?


semarang, 11 juli 10
revisi ( 2 september 10 )


==========================================================================
( dengarkan yah?)


tuhan
aku ngin wartakan ke kolong langitmu
biar malaikat dan nabi nabi
mendengarkan aku
dan memasang kuping mereka yang lugu


'' HEY!... kemaren tau ga? di masjid/gereja, aku lihat ada perjaka dan perawan berdua2an... yang perempuan lagi buka celana dan kutang nya... sedang yang laki laki coba asyik menggagahinya!"


semarang, 11 juli 10


==========================================================================
Kota ini terasa menakutkan
setiap hari dipenuhi limbah buangan
: pengamen bekas, rongsokan pengemis, gelandangan ga jelas, bahkan berandalan, garong bahkan
sampai tukang mesum dan begundal pun saling seliweran


alhamdullilah
jika gubernur, bupati dan wali kota mau ikut memeriahkan?
akh tak usahlah..
didalam istana saja banyak pengemis nya
melet melet lagi
dan sukanya njilatin sepatu tuannya!


semarang, 26 juli 10


==========================================================================
Lihatlah negri ini
penuh daging busuk yang
saban hari di beri udara sejuk


tiap hati keluar masuk butik dan mall ( cafe2)
beli baju ini, baju itu
demi menghiasi kulit yang bagai sisik ular itu
: sedang fungsi otak, ia telantarkan seenaknya!


setelah keluar dari salon berharga ribuan/jutaan rupiah
ia lewati para pengemis yang kumel
tanpa mau menegok sedikitpun
apalagi mau repot repot membuka dompet!
( padahal cuma buka dompet? sedang ngasih masih pikir2 dulu )


ee... sampainya dari salon lansung balik ke rumah
langsung mencet remot TV
padahal anak anak juga sedang ikut nimbrung


" bapak bapak... tuh apa pak? bagsu ya pak... kaya kucing kita si putih lagi diatasnya si manis... sambil ngeang ngeong... maen kuda2an.
bapak bisa ajari si upik ndak?
nanti ku ajak si sari deh, teman SD aku yang sering mae ke sini itu lo pak? ingatkan?
ntar aku jdi si putih, lalu sari jadi si manis....
lalu bapak ma ibu deh ngajari upik?


semarang, 11 juli 10


==========================================================================
Akhirnya aku kembali ke asal tanahku. dimana ada sedikit ketenangan yang aku cari disini, bau masa lalu. sudah sejak kemaren kemaren aku ingin segera pulang. dari hari rabu-jumat, ternyata kesampain pada hari minggu ini. entah paa yang aku rindukan disini, desa yang msih tetap sama ( mungkin sedikit berbeda dengan di dirikannya MTS/MADHARASAH) DAN tak sesuatupun menarik didalamnya. tapi aku sangat merindukannya. ternyata, apa yang kita benci di masa lalu, tak selamanya bisa kita hapus dengan sempurna. masih ada sesuat yagn menempel dikepala. yaitu kenangan2 dimana kita merasakan kebahagian didalamnya


di kota, aku merasa asing. seaka akan kepala ini dimasukkan kedalam kolam atau sekotak peti. kota terasa menakutkan bagiku, seperti kebanyakan penyair / sastrawan rasakan. kota tak mengijinkan hati ada terbebas dari hiruk pikuk kekejamannya. di kota, aku merasa otakku di cuci untuk menjadi sosok yang lain. sosok yang kadang tak aku kenal sama sekali. kebudayaan dan identitas, sekan tak berdaya berhadapan degannya. kota, membuat orang lupa kan siapa dirinya sendiri, asalnya. walaupun banyak efek positif yang diberikannya, namun terlalu banyak keegoisan dan keboongan yang tersebar dengan kentara.


desaku, juga beruba menjdi sosok yang kejam dan tak kalah menakutkanya daripada kota it sendiri. apalgi desa masih kental denganbau sentimentilnya antara orang2 didalamnya. rasa saling curiga, cemburu, bermusuhan, saling iri dan dengki, dan seakan sudah tak ada rasa yang aman dan tenang lagi didalamnya. mungkin desa yang indah haya ada pada masa anak anak. saat anak anak didesa belum mengenal video game, PS, game boat, dan nyanyian pop.dangdut koplo yang tersa culun dan memuakan itu! membuat anak anak tumbuh tak sewajarnya


kenapa ak bisa rindu sama desa ini? mungkin buka karena masyarakat atau warna tanah, pohon, rumput atau pegunungannya. namun, aroma dan rasa masakan ibu lah yang membuat aku sampai disini. karena hari ini, saat sholat di masjid, masjid yang dulu menyimpan banyak kenangan ma teman2. aku berjumpa teman lamaku namun, yang kutemui saat itu bukanlah temanku lagi. dia, hanya ada dimasa silamku...


: semua orang berubah dan saling melupakan satu dan yang lainnya... bahkan ada yang saling tak mengenal


grobogan (purwodadi) 22 agustus 10


==========================================================================
Irislah mataku dengan gerigimu
sayat dan repihlah
biar darah memuntah
biar luka tak sanggup lagi berdarah


runjam!
sampai ke tubir senyap
biar renik menjadi rengat
remuk redam ;
membasahi mayatku


purwodadi, 18 juli 10


==========================================================================
Buka topengmu
saat hujan menguyupkan wajahmu,
yang mulai dirayapi gelisah


biarkan ia menciumimu
sampai lelah
menyerah kalah


purwodadi, 17 juli 10


==========================================================================
Aku tumbuh pada apa yang
tak bebrpijak
tak bermakna


dari kebingunan aku dilahirkan
kadang putih
atau hitam cemani


mungkin sudah saatnya aku hadir
pada sesuatu yang berpijak


dan disitulah
aku berdiam


semarang, 25 juli 10


==========================================================================
Urapilah nyawa
yang menempel pada tiap kata
yang lugu ataupun
yang sanggup menyembelih waktu


biar sempana menjadi sesajen
merapal doa untuk anak anak makna
agar tak tersesat
atau menghilang menjadi rantau


paling tidak
semaikan ia untuk menjelma
menajdi benih
keluar dari pengapnya bumi


purwodadi, 21 juli 2010


==========================================================================
(kota dongeng)


pada sangkala yang kau tiup
terbujur kaku dongeng dari masa silam
sampai lucup nyawa sejarah, hingga lebam mengucurkan yang tak lagi darah


kau hitung rengat pada dada senyap, pada tembok tembok yang mengorok
merindukan igau, langkah langkah kaki yang tlah patah memuja pada bulan peranakan


: suwung


dibalik pagi
renyal jatuh di jalan jalan
lalu matari tergesa merambat
menghampiri kuburnya
diatas kota dongeng yang beriaskan pekat darah


purwodadi, 17 juli 2010


==========================================================================
Sudahlah,
tak usah bibirmu menumpuk ragu
cepat lemparkan
sebelum busuk hinggap di ranumnya


cepatlah
tak ada waktu untuk bergurau
tentang bangkai mimpi
perihal kotoran bintang
atau bunga bunga fajar
yang sulit lagi untuk bermekaran


ayo, cepat!
lemparkan semua tumpukan itu
selagi atma masih hinggap di mata manusia
': sebelum bibir terbiasa berdoa dusta


revisi : semarang, 04 agustus 2010


==========================================================================
Tak kunjung lerai terkapar memanti hujan
sendu gerimis, membercak lirih di tepi tepi jalan


mata sayu miliknya mengeja takut
redam ditengah tengah bising kaku
hanya pada pejalan yang lewat ia membagi senyum
menanti kasih jatuh
walau dada pecah dan semakin berserak


wajah, tak mampu lagi ia lihat dikaca kota
harap, ia kutuk seadanya


dengung bisu dan derak mati
ramai, tak kunjung kuasa tercipta di daun telinga
sampai tuli angin tak mampu terbaca


semarang, 28 juli (pasar bulu)


==========================================================================
Malam itu
seperti raut muka yang terlempar
pada goa misteri


pada senyap ia dekap rebah daun


pada ngilu ia irisi dan menguliti jantungku


: lampu lampu


semarang, 28 agustus


==========================================================================
Pagi ini, mata ini terasa mengalir oase. Merangkak menuju sela sela tubuh yang di huni batu batu. Ada rasa sunyi yang menyapaku. Bersama gigir tulang tulang punggungku. Jawaban yang aku temukan dalam kegamangan yang selama ini tak bisa redam. Apakah itu benar benar sebuah jawaban?
Huh.. inilah pikiranku, jalanku, paran dan matariku. Apakah aku takut ditelan kesepian? Apakah nafas beku dalam tiada? Apakah aku harus diam, mematung dan menghilang dari diri sendiri, hakikat yang tak kunjung usai.


Akan aku telusuri
Jalan yang setapak ini
Semoga ku temukan jawaban


10 jam yang lalu, matari hilang diketiak horison. Mengganti rupa dengan senyum temaram. Lalu ia panggil bintik bintik kecil yang berserak diketinggian sana . . ia panggil pawana, agar bersenandung bagi mesta yang hilang kaki kakinya. Mendendangkan angot yang tak kunjung lerai. Menciptakan babad yang tak lekang. Samad, seperti kala yang memuja kehidupan sempurna. Angot itu, tak kunjung usai..
Harusnya aku tahu, akulah yang memilih urna ini. Jalan lengang dan senyap. Disinilah kaki kakiku selalu ku tuntun, agar tak takut jika lewat dideretan nisan atau tubir yang kosong dalam. Aku tak takut terjatuh, karena aku sudah memilih. Walau itu berarti, jalan tak selurus dan dipenuhi bunga bunga, namun kerikil dan batu terjal yang sanggup menghadiahkan kaki dengan darah. Itulah jawaban untuk paran yang selama ini aku tunda atau ku tampik.
Sudah waktunya adzan subuh akan berkumandang. Aku pun telah letih, badanku jua merasakannya. Ingin ku sampaikan pada pagi ini. Sebelum hitam teruntas agam fajar.
Aku adalah anak manusia
Yang akan terus menantang
Apa itu gairah kesunyian
Kesunyian dan topeng penindasan
Aku akan berjalan untuk terang
Walau jalanku ini
Aku akan dibenci
Aku tak peduli entah aku akan mati seperti apa, masih dalam keluguan, atau kerapuhan, Muda atau tua. Yang jelas, aku belum sanggup bersulang angur dengan kematian, karena masih ada perjalanan yang belum aku tuntas selesaikan. Jalan dimana, ketika aku melangkah... aku tak melihat lagi orang orang berjalan dengan tanpa ada warna di mata mereka. Warna harapan, yah... aku masih belum memberi warna asa di mata mereka, bahwa esok nanti... kita tak harus lagi mencari hidup di tong tong sampah, pinggiran sungai atau di hutan hutan sawit. Maka dari itu, belum saatnya aku menginginkan langit. Aku harus menjadi bumi dulu... bumi kehidupan. Dalam kesunyian yang menyakitkan ini..... aku tak ingin mati dulu! Aku harus melihat negri ini tersenyum dulu.


Semarang, 03 Agustus 10 ( 03:56 )

0 komentar:

Posting Komentar

 
 
 

Pengikut

free counters

Archives