Kumpulan Puisi Karya WahYou Eka (bagian 2)

Rabu, 05 Januari 2011

MATA.. TELINGA.. MULUT.. DAN  TANGAN..

Mata ini terlalu letih untuk Bersaksi..
Telinga ini terlalu letih untuk Mendengar kata-kata busuk..
Mulut ini terlalu letih untuk Teriak panji-panji..
Tangan ini terlalu letih untuk Tulis-kan Kabar..

Mata ini ingin Menangis, tapi tak pernah ada Air-mata..
Telinga ini ingin Kusumbat dengan jari-jariku, tapi tak Tuli..
Mulut ini ingin Meludah dimuka-mu, tapi tak Kuasa..
Tangan ini ingin Menghantam kesombongan-mu, tapi Lemas.. tak mampu Ereksi..

Mata ini terlalu lemah untuk Melihat Tangis-mu..
Telinga ini terlalu lemah untuk Mendengar Jerit-mu..
Mulut ini terlalu lemah untuk Berucap Pada-mu..
Tangan ini terlalu lemah untuk Memberi arti Peluk'an-mu.. 

solo, 1 september 2010

ORANG GILA DITEPI JALAN,, APA KABARMU ??

Orang gila ditepi jalan,, Apa kabar-mu ??
Melangkah kearah tong sampah demi sepotong roti sisa-sisa
Di-emperan toko mereka tertidur, bercanda dengan mimpi
Mimpi yang sepi dan tak ada dalam pikiran-nya

Orang gila ditepi jalan,, Apa kabar-mu ??
Bertahan untuk hidup dan berusaha mencari hidup
Hidup yang kosong tanpa peluk'an Rajawali
Berjalan diatas tanah bersama pikiran sepi

Rajawali Bisu !! .. Tau-kah kabar tentang anakmu
Dalam bait aksara-aksara mu, kau lindungi mereka, kau berikan HAK tuk mereka, kau berikan kehidupan untuk mereka
Apakah itu hanya-lah kata kata ?

solo,agustus 2010


PERKUTUT BISU

Padang ilalang perlahan menguning..
Belalang tua terbang mencari hijau..
Bunga-Bunga harapan layu, tertunduk hening..
Redup dan tertipu aksara-aksara palsu..

Wahai kau perkutut !!
Harus-kah kau diam.. kau malu.. kau bisu !!
Gambar-Gambar di dadamu Apa Maksud-Mu !!
Tengok-lah disana !! Banyak orang anggap kau seperti kentut..

Wahai kau perkutut !!
Terbang dan lepaskan semua anak panah-mu !!
Bunuh Mereka !! yang paksa kau untuk bisu..
Pasti banyak orang angkat secangkir kopi dan berucap Salut...

solo,29 agustus 2010



Hidup itu butuh Pengorbanan.. Keberanian.. dan Kesadaran..
Jika tak bisa menciptakan -nya... 
Minimal ciptakan-lah Kesadaran untuk Hidup

KOSONG DAN TAK PUNYA KELAMIN

Kosong adalah isi . . . Isi adalah kosong
Aku terlahir dan hidup diatas perahu kosong
Bergerak langkah maju kedepan . . kudayung sampan menerjang gelombang
Berharap menjadi isi . . . namun yang di harapkan kosong

Hidup adalah mati . . . Mati adalah hidup
Diatas perahu kosong aku belajar untuk hidup
Hidup . . dan untuk hidup
Yang di harapkan hidup . . . telah mati
Mati . . di paksa untuk mati
Keadilan, Kebebasan . . . Kemerdekaan, Kemakmuran . . . Redup dan Mati

Lihat disana ...!!
Barisan para penganggur sedih . . menatap langit dengan harapan-harapan sepi

Lihat disana ...!!
Parade para pencuri, wajahnya sayup, menangisi nasinya yang dicuri

Lihat disana ...!!
Celoteh anak pelangi mengais mimpi . . mimpi yang sudah mati

Hidup adalah mati . . . Mati adalah hidup
Yang di harapkan mati . . . telah hidup
Hidup . . di paksa untuk hidup
Pengangguran . . Kemiskinan . . Keterbelakangan . . Hidup , tumbuh semakin hidup
Luka . . . Luka . . . Hidupnya

Aku termenung bertanya pada rembulan
Perahu kosongku apakah terlahir jantan ...??
Terdiam . . pendayung dibiarkan kelaparan
Kata rembulan . . perahu kosongku bukanlah jantan

Aku termenung bertanya pada rembulan
Perahu kosongku apakah terlahir perawan ...??
Tanpa kasih sayang . . pendayung tak pernah rasakan pelukan
Kata rembulan . . perahu kosongku bukanlah perawan

Kosong adalah isi . . . Isi adalah kosong
Didepan lemari kaca, perahu menangis dalam bayangan cermin
Wajahnya sayup, penuh air mata - air mata kosong
Sambil berkata . . . Tak punya kelamin berhembus seperti Angin

solo,9 maret 2010

 

AYAHKU.. PUTIHKU

Hallow Ayah .. !!
Apakah Kabarmu .. ??

Ayah .. !!
Aku masih ingat kau ..
Dengan setitik putihmu, kau besarkan anak-anakmu
Dengan setitik putihmu, kau menanamkan benih-benih kehidupan anak-anakmu
Ayah .. !!
Putihmu adalah Jiwamu ..

Aku Takut .. !!
Di ruang kecil di bawah kolong meja, aku sembunyikan wajahku darimu
Aku tutupi dengan kain-kain kelambu
Aku sembunyikan mulutku dengan kedua tanganku
Takut keluar dari persembunyianku
Aku takut dari rasa ketakutanku

Aku masih bisa melihat mereka
Tapi aku takut tak bisa berikan senyum pada mereka
Aku takut .. !!

Hallow Ayah .. !!
Anakmu yang penakut, tak bisa berikan yang terbaik untukmu
Anakmu yang penakut, tak bisa berikan putih untukmu

Aku bangga mengenalmu
Aku bangga menjadi anakmu
Aku bangga masih bisa mengingatmu
Saat nanti, Aku akan sepertimu

Membuat putih ... Berikan putih
Putihmu adalah Jiwamu
Putihku adalah Jiwaku
Ayahku adalah Putihku
Damailah kau disana Bersama Surga

solo,22 februari 2010

 

NASIP BURUH KONTRAK'AN...

Disebelah rumah tempat aku di lahirkan
Berdiri bangunan tinggi.. pabrik texstil dengan aturan dan kesombongan
Nasip buruh kontrak’an terpaksa dan dipaksa untuk sangsi
Demi uang 27 ribu satu hari untuk menatap hidup hari ini

Kontrak dikontrak dua bulan, istirahat bahkan sampai satu bulan
Hitung dihitung terima gaji dua bulan, tapi untuk hidup tiga bulan
Aku heran... Aku tak mampu, dan Aku bisa merasakan pahit getir para buruh pabrik’an
Sedangkan gerombolan serikat mereka terdiam dan mati perasa’an

Aku bertanya kepada matahari
Apakah itu yang namanya peraturan ??
Apakah itu sebuah keadilan ??
Sedangkan mereka menghitung laba, berdiri diatas tangis anak pertiwi

Aku heran melihat orang-orang kumpulan serikat
Berkumpul.. kibal-kibul, bak seperti pejabat pandai menjilat
Telinga-nya.. Mulut-nya.. Mata-nya.. Mati
Kumpul dikumpul hanya sekedar pelengkap organisasi

Nasip buruh kontrak’an tidur dalam kamar kecil sebuah kost-kost’an
Berusaha men-terjemahkan mimpi untuk menatap masa depan
Tidur... Tidurlah saudaraku
Bangun... Bangunlah mimpi-mimpi mu

Solo,13 oktober 2010


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Why has the why measuring the intensity of memorial tablet in arteria walls can be so important to observing the progression of mettle disease,
he added. Bad cholesterol is referred to natural discussion worked!
Dr. Curtis supports his opinions and their social organisation Patch stanols are concentrated forms.


my web page :: for remedy lowering home cholesterol

Posting Komentar

 
 
 

Pengikut

Archives