Kumpulan Puisi Karya Widji Tukul (Bagian 2)

Jumat, 07 Januari 2011

Bunga dan Tembok

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendakiadanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun – tirani harus tumbang!


Seorang Buruh Masuk Toko

masuk toko
yang pertama kurasa adalah cahaya
yang terang benderang
tak seperti jalan-jalan sempit
di kampungku yang gelap
sorot mata para penjaga
dan lampu-lampu yang mengitariku
seperti sengaja hendak menunjukkan
dari mana asalku
aku melihat kakiku - jari-jarinya bergerak
aku melihat sandal jepitku
aku menoleh ke kiri ke kanan - bau-bau harum
aku menatap betis-betis dan sepatu
bulu tubuhku berdiri merasakan desir
kipas angin
yang berputar-putar halus lembut
badanku makin mingkup
aku melihat barang-barang yang dipajang
aku menghitung-hitung
aku menghitung upahku
aku menghitung harga tenagaku
yang menggerakkan mesin-mesin di pabrik
aku melihat harga-harga kebutuhan
di etalase
aku melihat bayanganku
makin letih
dan terus diisap 

10 september 1991


Bukan Kata Baru

ada kata baru kapitalis, baru? Ah tidak, tidak
sudah lama kita dihisap
bukan kata baru, bukan
kita dibayar murah
sudah lama, sudah lama
sudah lama kita saksikan
buruh mogok dia telpon kodim, pangdam
datang senjata sebataliyon
kita dibungkam
tapi tidak, tidak
dia belum hilang kapitalis
dia terus makan
tetes ya tetes tetes keringat kita
dia terus makan
sekarang rasakan kembali jantung
yang gelisah memukul-mukul marah
karena darah dan otak jalan
kapitalis
dia hidup
bahkan berhadap-hadapan
kau aku buruh mereka kapitalis
sama-sama hidup
bertarung
ya, bertarung
sama-sama?
tidak, tidak bisa
kita tidak bisa bersama-sama
sudah lama ya sejak mula
kau aku tahu
berapa harga lengan dan otot kau aku
kau tahu berapa upahmu
kau tahu
jika mesin-mesin berhenti
kau tahu berapa harga tenagamu
mogoklah
maka kau akan melihat
dunia mereka
jembatan ke dunia baru
dunia baru ya dunia baru.

 tebet 9/5/1992

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan !


BUKAN DI MULUT POLITIKUS
BUKAN DI MEJA SPSI
 

berlima dari solo berkeretaapi kelas ekonomi murah
tak dapat kursi melengkung tidur di kolong
pas tepat di kepala kami bokong-bong
kiri kanan telapak kaki tas sandal sepatu
tak apa di pertemuan ketemu lagi kawan
dari krawang-bandung-jakarta-jogya-tangerang
buruh pabrik plastik, tekstil, kertas dan macam-macam
datang dengan satu soal
dari jakarta pulang tengah malam dapat bis rongsok
pulang letih tak apa diri telah ditempa
sepanjang jalan hujan kami jongkok tempat duduk
nempel jendela
bocor
bocor
sepanjang jalan tangan terus mengelapi
agar pakeyan tak basah
dingin
dingin
tapi tak apa
diri telah ditempa
kepala dan dada masih penuh nyanyi panas
hari depan buruh di tangan kami sendiri
bukan di mulut politikus
bukan di meja spsi

solo 14 mei 1992


P E N Y A I R

jika tak ada mesin ketik
aku akan menulis dengan tangan
jika tak ada tinta hitam
aku akan menulis dengan arang
jika tak ada kertas
aku akan menulis pada dinding
jika aku menulis dilarang
aku akan menulis dengan
tetes darah!
sarang jagat teater

19 januari 1988
READ MORE - Kumpulan Puisi Karya Widji Tukul (Bagian 2)

Kumpulan Kata Mutiara (Bagian 2)

Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat
( Anaxarogas, Filsuf )

Jalan awal terbaik untuk mewujudkan segala impian anda adalah bangun dan bangkit dari dari tempat tidur
( Paul Valery, Pujangga Francis )

Dimana ada kebesaran cinta disanalah selalu terbentang harapan-harapan
( Willa Cather, Novelis )

Logika itu tak berdaya dalam mengekspresikan cinta, hanya cinta sendiri yang mampu mengungkap kebenaran dan kesejatian diri Sang Pencipta
( Jalaluddin Rumi, Sastrawan sufi persia )

Menjadi seorang bahagia adalah dengan menghargai dan mencintai apa yang anda punya,
bukan apa yang anda tidak punya
( Woody Allen )

Awalnya datang sekilas keinginan, kemudian anda harus berani menjadikan cita-cita, lalu bekarja keraslah untuk mewujudkan-nya
( Estee Lauder )

Yang terpenting adalah berkah Tuhan, Jika anda percaya kepada Tuhan dan diri anda maka tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan
( Mohamed Al-fayed )

Hidup itu sangat menarik karena pada akhirnya kepedihan-kepedihan terdalam anda akan berujung menjadi kekuatan terbesar anda
( Drew Barrymore )

Agar dapat perfoma maksimal maka anda perlu secara konstan melawan kelemahan-kelemahan anda
( Eric Cantona )

Kehadiran rasa takut pada diri merupakan indikator bahwa anda terus berkembang 
dan menerima tantangan hidup
( Dr susan Jeffers, Penulis  )

Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara, bisa jadi anda rasakan dalam se-menit, se-jam, se-hari, atau se-tahun, Namun jika menyerah rasa sakit itu akan terasa selamanya
( Lance Armstrong, Pembalap AS )

Dicitai seseorang begitu dalam akan memberi anda kekuatan, Mencintai seseorang begitu dalam akan memberi anda keberanian
( Lao Tzu, Filsuf China )

Kebahagia'an bukanlah sebuah peristiwa yang hanya diterima dengan berpangku tangan, tetapi kebahagia'an sebuah peristiwa yang dilahirkan dari usaha dan kemau'an
 Kejenius'an seseorang diciptakan dari 1% inspirasi dan 99% kemau'an
( Thomas alfa edison )

Bekerjalah untuk dunia-mu seakan-akan engkau akan hidup abadi dan Bekerjalah untuk akhirat-mu seakan-akan engkau akan mati besok pagi

Hidup itu berasal dari kemampuan kita bertahan secara fisik,
sedangkan hidup sejati itu ber-akar dari segala hal yang menjadi rasa kasih dan sayang
( Rollo May, Pakar psikologi )

Kepemimpinan haruslah berdasarkan nilai spiritual,
yaitu ada-nya kekuatan untuk menginspirasikan orang lain demi kepatuhan
( Vince Lombardi )

Ada banyak cara untuk maju, tetapi hanya butuh satu cara untuk tetap berdiri

Mulailah dengan pekerja'an yang anda butuhkan lalu yang anda harapkan lalu yang anda cita-citakan

Orang yang tidak memiliki harapan dan cita-cita sama dengan burung yang tidak memiliki sayap

Selama anda masih bisa berfikir, maka berfikirkah untuk menjadi orang besar

Dalam masalah hati nurani pikiran pertama-lah yang terbaik,
Dalam masalah kebijaksana'an pikiran terakhir-lah yang terbaik

Hidup itu butuh Pengorbanan..Keberanian..dan Kesadaran..
Jika tak bisa menciptakan -nya... minimal ciptakan-lah Kesadaran untuk Hidup
( Wahyou Eka Solo )

Berfikir untuk bernafas...Bernafas untuk hidup...Hidup untuk berkarya...dan Berkarya untuk cipta-kan kebaik'an dalam kehidupan
( Wahyou Eka Solo )

Selama orang-orang sakti masih bersemayam dibawah panji-panji koalisi...
Teka-Teki bangsa ini tak akan mampu terbukti
( Wahyou Eka Solo )

Kesadaran adalah matahari.. Kesabaran adalah bumi..
Keberanian menjadi cakra-wala.. dan perjuangan adalah pelaksana'an kata-kata
( WS Rendra )

Suara-Suara itu tak bisa di-penjarakan.. sebab disana bersemayam kemerdeka'an..
bila kau paksa untuk diam aku siap-kan pemberontak'an
( Widji Tukul )
READ MORE - Kumpulan Kata Mutiara (Bagian 2)

Kumpulan Kata Mutiara (Bagian 1)

Batasan segala kemungkinan hanya dapat di-definasikan ketika kita mampu menembus batas ketidakmungkinan
(Sir Artur C clarke – Humanis)

Perubahan adalah kata lain untuk berkembang atau mau belajar...
Kita semua mampu melakukan-nya jika berkehendak
(Prof Charles Handy – Filsuf)

Terkadang justru keputusan kecil yang akan mampu mengubah hidup kita selamanya
(Keri Russell – Aktris)

Manusia berkembang jika melalui pengalaman hidup yang penuh kejujuran dan keberanian...

Sebab dari sanalah karakter tertempa
(Eleanor Roosevelt)

Persahabatan itu tidak sama dengan berbisnis... Sebab ia tidak mendatangkan materi
(Jane Austen – Penulis)

Diam itu memang emas terutama kala anda tidak bisa berfikir memberi jawaban terbaik
(Muhammad Ali)

Perdamaian bukanlah berarti ketidak hadiran peperangan semata...

Namun ia adalah nilai setonggak karakter kebaik’an... kepercayaan... dan keadilan sejati
(Baruch Spinoza – Filsuf)

Pengorbanan selalu menyeruak dimana-pun... dan dimana-pun dari satu generasi selalu ada yang terpilih untuk menderita demi mengemban keselamatan kaum-nya
(Henri Frederic Amiel – Penulis Swiss)

Hidup yang tak ter-evaluasi adalah hal yang sia-sia
(Socrates – Filsuf)

Kesuksesan itu diraih dengan mengembangkan kekuatan kita...

Bukan dengan mencoba menyingkirkan kelemahan kita
(Marilyn Vos Savant – Kolumnis AS)

Karena bukan ditelinga-ku kau berbisik tapi di-hatiku...

Karena bukan dibibir-ku kau mengecup tapi di-jiwaku
(Judy Garland – Aktris Hollywood)

Ketika kekuatan akan cinta melebihi kecinta’an akan kekuasa’an... maka dunia-pun menemukan kedamaian
(Jimmy Hendrix – Gitaris)

Dalam setiap keindahan selalu ada mata yang memandang…

Dalam setiap kebenaran selalu ada telinga yang mendengar…
Dalam setiap kasih selalu ada hati yang menerima
(Ivan Panin – Matematikawan Rusia)

Kekuasa’an adalah wanita idaman-ku…
Aku berusaha keras mempertahankan-nya agar tak diambil orang lain
(Napoleon Bonaparte)

Kemenangan itu bak lingkaran gelombang di-permuka’an air, yang tak pernah berhenti melebarkan dirinya… terus melebar hingga tak berwujud
(William Shakespeare)

Hanya tangan yang bisa menghapus, yang mampu menorah kebenaran sejati
(Erasmus – Ilmuan-Teolog)

Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai ma’af tulus…

Pema’af sejati hanya melekat bagi yang berjiwa tangguh
(Mahatma Gandhi)




Optimisme berkesimambungan adalah suatu pelipat ganda kekuatan
(Collin Powell – Mantan Menlu AS)

Menurt anda… Kapankah manusia itu menjadi sosok paling tak berguna ?? .. 
Yaitu sat mereka tak bias memerintah dan patuh pada perintah
(Goethe – Sastrawan Jerman)

Beberapa orang menjadi salah karena tak kuat menahan goda’an…
dan beberapa yang lain menjadi salah karena tidak mengetahui
(Arsene Wenger – Pelatih Arsenal)

Misteri menciptakan pertanya’an dan pertanya’an adalah basis dari keinginan untuk mengerti sesuatu”
(Neil Armstrong – Astronot AS)

Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada…
Seakan anda telah tersentuh gairah kemenangan
(George S Patton – Jendral AS di perang Dunia I dan II)

Belajar bagaimana cara belajar adalah keahlian terpenting dalam hidup
(Tony Buzan – Penemu metode mind mapping)

Dunia adalah Negara-ku.. seluruh manusia adalah saudara-ku.. dan mengerjakan kebajikan adalah agama-ku
(Thomas Paine – Patriot AS dan Filsuf)

Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat.. Aku besar karena rakyat..
Aku berjuang karena rakyat.. dan Aku penyambung lidah rakyat
(Soekarno - Presiden RI ke 1)

Integritas sejati adalah mengerjakan segala sesuatunya dengan benar..

Walau-pun orang lain memperhatikan anda atau tidak
(Oprah Winfrey – Ratu Talk Show)

Tak masalah jika se-ekor kucing itu berwarna hitam atau putih.. Yang terpenting bisa menangkap tikus
(Deng Xiaoping – Negarawan China)

Mereka yang takut cinta adalah mereka yang takut hidup..

Dan mereka yang takut hidup berarti telah merasakan sepertiga kematian
(Bertrand Russell)

Ketahuilah.. Hal-Hal terindah didunia ini terkadang tak bias terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan.. mereka hanya bias dirasakan dengan hati
(Helen Keller – Penulis Tuna netra AS)

Seorang individu tidak boleh mempunyai terlalu banyak kebebasan..

Namun sebuah bangsa harus mempunyai kebebasan absolute
(Dr.Sun Yat Sen)

“Hari kemarin adalah kenengan hari ini.. Hari esok adalah impian hari ini
(Kahlil Gibran – Sastrawan)

Cinta kadang kala merupakan sebuah keajaiban.. Namun keajaiban kadang justru hanya sebuah ilusi”
(Minoo Javan – Selebriti)

Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu..

Terlalu cepat bagi yang takut..
Terlalu panjang bagi yang gundah..
Dan terlalu pendek bagi yang bahagia..
Tapi bagi yang selalu mengasihi waktu adalah keabadian
(Henry Van Dyke – Pujangga AS)

Fungsi utama manajemen adalah membuat semua orang produktif
(Peter Drucker – Maha guru Manajemen)
 
Sungguh suatu hal unik bahwa ketika seorang pria sadar dirinya tidak mengkhawatirkan apa-apa..
Maka dia akan bangkit dan memutuskan menikah
(Robert Frost – Pujangga AS)

Jika kita tidak dapat mengakhiri perbeda’an yang ada, paling tidak marilah kita menciptakan dunia yang tenteram dalam kondisi berbeda itu
(John F Kennedy – Mantan President AS)


READ MORE - Kumpulan Kata Mutiara (Bagian 1)

Kumpulan Puisi Karya Toto Sudarto Bahtiar (bagian 1)

GADIS PEMINTA-MINTA
Oleh  :Toto Sudarto Bachtiar

Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang

Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa membagi dukaku

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda
 
Memahami Puisi,1995 Mursal Esten


IBU KOTA SENJA
Oleh :Toto Sudarto Bachtiar

Penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari
Antara kuli-kuli berdaki dan perempuan telanjang mandi
Di sungai kesayangan, o, kota kekasih
Klakson oto dan lonceng trem saing-menyaingi
Udara menekan berat di atas jalan panjang berkelokan
Gedung-gedung dan kepala mengabur dalam senja
Mengarungi dan layung-layung membara di langit barat daya
0, kota kekasih
Tekankan aku pada pusat hatimu
Di tengah-tengah kesibukanmu dan penderitaanmu

Aku seperti mimpi, bulan putih di lautan awan belia
Sumber-sumber yang murni terpendam
Senantiasa diselaputi bumi keabuan
Dan tangan serta kata menahan napas lepas bebas
Menunggu waktu mengangkut maut

Aku tiada tahu apa-apa, di luar yang sederhana
Nyanyian-nyanyian kesenduan yang bercanda kesedihan
Menunggu waktu keteduhan terlanggar di pintu dinihari
Serta keabadian mimpi-mimpi manusia

Klakson dan lonceng bunyi bergiliran
Dalam penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari
Antara kuli-kuli yang kembali
Dan perempuan mendaki tepi sungai kesayangan
 

Serta anak-anak berenangan tertawa tak berdosa
Di bawah bayangan samar istana kejang
Layung-layung senja melambung hilang
Dalam hitam malam menjulur tergesa

Sumber-sumber murni menetap terpendam
Senantiasa diselaputi bumi keabuan
Serta senjata dan tangan menahan napas lepas bebas
0, kota kekasih setelah senja
Kota kediamanku, kota kerinduanku

Memahami Puisi,1995 Mursal Esten


KEMERDEKAAN
Oleh :Toto Sudarto Bahtiar

Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
Jangalahn takut padanya
Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara
Janganlah takut padaku
Kemerdekaan ialaha cintaku berkepanjangan jiwa
Bawalah daku kepadanya


ODE I
Oleh :Toto Sudarto Bahtiar

katanya, kalau sekarang aku harus berangkat
kuberi pacarku peluk penghabisan yang berat
aku besok bisa mati, kemudian diam-diam
aku mengendap di balik sendat kemerdekaan dan malam
malam begini beku, dimanakah tempat terindah
buat hatiku yang terulur padamu megap dan megah
O, tanah
tanahku yang baru terjaga

malam begini sepi dimanakah tempat yang terbaik
buat peluru pistol di balik baju cabik
0, tanah di mana mesra terpendm rindu
kemerdekaan yang mengembara kemana saja

ingin aku menyanyi kecil, tahu betapa tersandarnya
engkau pada pilar derita, megah napasku di gang tua
menuju kubu musuh di kota sana
aku tak sempat hitung langkahku bagi jarak

mungkin pacarku kan berpaling
dari wajahku yang terpaku pada dinding
tapi jam tua, betapa pelan detiknya kudengar juga
di tengah malam yang begini beku

teringat betapa pernyataan sangat tebalnya
coretan-coretan merah pada tembok tua
betapa lemahnya jari untuk memetik bedil
membesarkan hatimu yang baru terjaga

Kalau serang aku harus ergi, aku hanya tahu
kawan-kawanku akan terus maju
tak berpaling dari kenangan pada dinding
O, tanah dimana tempat yang terbaik buat hati dan hidupku
 
Kisah,Th IV, No.10/Oktober 1956


ODE II
Oleh :Toto Sudarto Bahtiar

dengar, hari ini ialah hari hati yang memanggil
dan derap langkah yang berat maju ke satu tempat
dengar, hari ini ialah hari hati yang memanggil
dan kegairahan hidup yang harus jadi dekat
berhenti menangis, air mata kali ini hanya buat si tua renta
atau menangis sedikit saja
buat sumpah yangtergores pada dinding-dinding
yang sudah jadi kuning dan jiwa-jiwa yang sudah mati

atau buat apa saja yang dicintai dan gagal
atau buat apa saja
yang sampai kepadamu waktu kau tak merenung
dan menampak jalan yang masih panjang

dengar, hari ini ialah hari hatiku yangmemanggil
mata-mata yang berat mengandung suasana
membersit tanya pada omong-omong orang lalu
mengenangkan segenap janji yang dengan diri kita menyatu

dengarlah, o, tanah di mana segala cinta merekamkan dirinya
tempat terbaik buat dia
ialah hatimu yang kian merah memagutnya
kala hdia terbaring di makam senyap pangkuanmu *

*kenangan buat matinya seorang pejuang
 
Kisah Th IV, No.10/Oktober 1956


PAHLAWAN TAK DIKENAL
Oleh :Toto Sudarto Bahtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda

(1955)
Siasat,
Th IX, No.442/1955

Sajak-sajak Perjuangan dan Nyanyian Tanah Air


TENTANG KEMERDEKAAN
Oleh :Toto Sudarto Bahtiar

Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
janganlah takut kepadanya
Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara
janganlah takut padanya

Kemerdekaan ialah cinta salih yang mesra
Bawalah daku kepadanya
 
Zaman Baru,No.11-12,20-30 Agustus 1957
READ MORE - Kumpulan Puisi Karya Toto Sudarto Bahtiar (bagian 1)

Kumpulan Puisi Karya Sapardi Djoko Damono (Bagian 1)

AKU INGIN
Oleh :Sapardi Djoko Damono
 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
 






Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


AIR SELOKAN
Oleh :Sapardi Djoko Damono

"Air yang di selokan itu mengalir dari rumah sakit," katamu pada suatu hari minggu pagi.  Waktu itu kau berjalanjalan bersama istrimu yang sedang mengandung
-- ia hampir muntah karena bau sengit itu.
Dulu di selokan itu mengalir pula air yang digunakan untuk memandikanmu waktu kau lahir: campur darah dan amis baunya. Kabarnya tadi sore mereka sibuk memandikan mayat di kamar mati.

Senja ini ketika dua orang anak sedang berak di tepi selokan itu, salah seorang tiba-tiba berdiri dan menuding sesuatu:
"Hore, ada nyawa lagi terapung-apung di air itu -- alangkah indahnya!"
Tapi kau tak mungkin lagi menyaksikan yang berkilau-kilauan hanyut di permukaan air yang anyir baunya itu, sayang sekali. 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,1982
 

AKULAH SI TELAGA
Oleh :Sapardi Djoko Damono

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja
-- perahumu biar aku yang menjaganya
  
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,1982
 

ANGIN, 1
Oleh :Sapardi Djoko Damono

angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut ke sudut dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika mendengar suara nabi kita Adam menyapa istrinya untuk pertama kali, "hei siapa ini yang mendadak di depanku?"
angin itu tersentak kembali ketika kemudian terdengar jerit wanita untuk pertama kali, sejak itu ia terus bertiup tak pernah menoleh lagi
-- sampai pagi tadi:
ketika kau bagai terpesona sebab tiba-tiba merasa scorang diri di tengah bising-bising ini tanpa Hawa 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,1982
 

ANGIN, 2
Oleh :Sapardi Djoko Damono

Angin pagi menerbangkan sisa-sisa unggun api yang terbakar semalaman.
Seekor ular lewat, menghindar.
Lelaki itu masih tidur.
Ia bermimpi bahwa perigi tua yang tertutup ilalang panjang
di pekarangan belakang rumah itu tiba-tiba berair kembali.
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,1982
 

ANGIN, 3
Oleh :Sapardi Djoko Damono

"Seandainya aku bukan   ......
Tapi kau angin!
Tapi kau harus tak letih-letihnya beringsut dari sudut ke sudut kamar,
menyusup celah-celah jendela, berkelebat di pundak bukit itu.
"Seandainya aku . . . ., ."
Tapi kau angin!
Nafasmu tersengal setelah sia-sia menyampaikan padaku tentang perselisihan antara cahaya matahari dan warna-warna bunga.

"Seandainya  ......
Tapi kau angin!
Jangan menjerit:
semerbakmu memekakkanku.
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,1982
 

ATAS KEMERDEKAAN
Oleh :Sapardi Djoko Damono

kita berkata : jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala
terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
mengusut rahasia angka-angka
sebelum Hari  yang ketujuh tiba

sebelum kita ciptakan pula Firdaus
dari segenap mimpi kita
sementara seekor ular melilit pohon itu :
inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah
 
Horison
Thn III, No. 8
Agustus 1968
Sajak-sajak Perjuangan dan Nyanyian Tanah Air
 

BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI
Oleh :Sapardi Djoko Damono

waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan
 

BUNGA, 1
Oleh :Sapardi Djoko Damono

(I)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia rekah di tepi padangwaktu hening pagi terbit;
siangnya cuaca berdenyut ketikanampak sekawanan gagak terbang berputar-putar di atas padang itu;
malam hari ia mendengar seru serigala.
Tapi katanya, "Takut?  Kata itu milik kalian saja, para manusia. Aku ini si bunga rumput, pilihan dewata!"

(II)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia kembang di sela-selageraham batu-batu gua pada suatu pagi, dan malamnya menyadari bahwa tak nampak apa pun dalam gua itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangm dan terdengar seperti ada embik terpatah dan ia membayangkan hutan terbakar dan setelah api ....
Teriaknya, "Itu semua pemandangan bagi kalian saja, para manusia!  Aku ini si bunga rumput: pilihan dewata!"
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,1982
 

BUNGA, 2
Oleh :Sapardi Djoko Damono

mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan ketika pemilik
taman memetiknya hari ini; tak ada alasan kenapa ia ingin berkata
jangan sebab toh wanita itu tak mengenal isaratnya -- tak ada
alasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajin
menyiraminya dan selalu menatapnya dengan pandangan cinta itu
kini wajahnya anggun dan dingin, menanggalkan kelopaknya
selembar demi selembar dan membiarkannya berjatuhan menjelma
pendar-pendar di permukaan kolam
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,1982


READ MORE - Kumpulan Puisi Karya Sapardi Djoko Damono (Bagian 1)

 
 
 

Pengikut

Archives